Melihat judul dari postingan ini memang keluar jauh dari tema blog ini, tetapi gak apa-apalah main serong sedikit *hehehe*. Dalam postingan ini membahas berita yang saya dapat dan repost dari metrotvnews.com di mana memberitakan hal yang cukup penting bagi para umat Islam didunia ini.

Metrotvnews.com, Jombang: Majelis Ulama Indonesia (MUI) menemukan kekeliruan arah kiblat kaum muslim Indonesia. Selama ini, kebanyakan kaum muslim Indonesia shalat menghadap Afrika. Namun seiring dengan pergeseran lempeng bumi arah kiblat bagi umat Islam Indonesia bergeser sekitar 140 sentimeter.

Dipandang dari posisi Indonesia, selama ini sebagian kaum muslim Indonesia yang melaksanakan shalat beranggapan Ka'bah terletak di sebelah Barat Laut.

Namun menurut sejumlah ahli falaq atau astronomi, arah kiblat dari posisi Indonesia, kini berubah. Perubahan arah kiblat diangkat dalam acara Semiloka Nasional Kementerian Agama RI di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Menurut mantan menteri agama yang sekaligus ahli ilmu falaq, Tolchah Hasan, perubahan ini terjadi lantaran adanya pergeseran lempeng bumi.

Pendapat para ahli falaq ini seiring dengan fatwa MUI Nomor 3 tahun 2010. Menurut MUI, arah kiblat dari posisi Indonesia telah terjadi kesalahan. Karena itu MUI mengimbau, kaum muslimin segera menyesuaikan arah kiblatnya.

Secara sederhana penyesuaian arah kiblat dapat dilakukan dengan melihat bayang-bayang matahari pada waktu tertentu atau rashdul kiblat. Rashdul kiblat itu setiap 28 Mei pukul 16.18 WIB atau setiap 16 Juli pukul 16.27 WIB. Pada saat itu, semua benda tegak lurus adalah arah kiblat.

Walaupun pada dasarnya rashdul kiblat dapat dihitung dalam setiap harinya dengan mengetahui deklinasi matahari. Hanya saja penetapan dua hari rashdul kiblat tersebut adalah atas pertimbangan matahari benar-benar di atas ka’bah.

Semoga postingan ini bermanfaat kita, dan tentunya lebih khusuk dalam beribadah.

Sumber: metrotvnews.com

0 komentar:

Poskan Komentar